Karakter yang mungkin relate dengan Anda yang mengalami quarter life crisis

Memasuki usia dewasa artinya seseorang dianggap mampu bertanggung jawab atas tindakannya, memenuhi kebutuhan hidupnya, dan berkontribusi bagi masyarakat. Sebagian besar manusia dapat dikatakan sebagai dewasa saat mereka terjun ke dunia kerja secara aktif. Namun, dunia kerja yang kompetitif dan demanding seringkali memangkas habis gairah hidup seseorang, terutama mereka yang baru saja bertransisi dari masa remaja yang menyenangkan dan dipaksa untuk memasuki periode "dewasa". Periode transisi ini seringkali disertai oleh krisis emosional yang biasa disebut dengan quarter life crisis.

Quarter life crisis adalah periode dimana seseorang selalu merasa cemas dan tidak pasti dalam menentukan arah serta kualitas hidup. Mereka yang mengalami hal ini kerap merasakan hal hal seperti:

  • Kesulitan mengidentifikasi kebutuhan dan membuat keputusan
  • Merasa terjebak dengan pilihan yang sudah terlanjur dibuat
  • Bingung antara terus mengejar mimpi atau memilih jalan hidup yang biasa saja tapi aman
  • Takut merasa ketinggalan dibanding orang lain, terutama dengan yang seumuran
  • Kurang motivasi, selalu merasa lelah, stress, cemas, dan depresi. 

Perasaan campur aduk yang dialami dalam quarter life crisis dapat terjadi di berbagai bidang kehidupan, namun yang paling kentara adalah di dalam kehidupan kerja. Mengapa demikian?

Seperti yang dijabarkan diatas, banyak orang yang mengalami quarter life crisis merasa bingung menentukan apa tujuan hidup mereka atau apa yang sebenarnya mereka ingin lakukan dalam hidup. Kebanyakan orang-orang yang bingung ini melampiaskan segalanya dalam pekerjaan mereka dengan harapan mereka dapat menemukan makna atau tujuan hidup dari pekerjaan mereka, dan saat hal yang diharapkan tersebut tidak tercapai maka lahirlah berbagai macam kekecewaan

 

Bekerja merupakan pencarian makna sekaligus uang makan sehari-hari, pencarian pengakuan sekaligus uang, pencarian rasa takjub agar hidup tak terasa bagaikan mati suri. Singkatnya, bekerja adalah pencarian akan gairah kehidupan, agar terhindar dari perasaan ingin mati dari Senin sampai Jum’at.”   — Studs Terkel

 

Yang namanya bekerja pasti sudah sepaket dengan berbagai hal yang tidak menyenangkan, seperti lembur, gaji kecil, boss atau rekan kerja yang tidak menyenangkan dan lain sebagainya, berbagai hal ini menumpuk berbagai poin-poin negatif yang membuat seseorang kecewa akan pekerjaannya. Disaat poin kekecewaan lebih banyak dibanding kepuasan, maka disitu akan timbul perasaan pahit yang bila terakumulasi bisa menjadi kebencian atas pekerjaan.

Ada 4 aspek penting yang perlu dipertimbangkan untuk mengevaluasi sebuah pekerjaan, jika seseorang membenci pekerjaan mereka, dapat dipastikan akarnya adalah karena tidak terpenuhinya salah satu atau bahkan semua aspek dibawah ini

  1. Jenis pekerjaan (apakah sesuai passion/tujuan hidup?)
  2. Gaji dan penghargaan lainnya (apakah memenuhi kebutuhan?)
  3. Kesempatan jenjang karir (apakah ada kesempatan berkembang?)
  4. Hubungan dengan atasan dan rekan kerja (apakah positif atau negatif?)

 

Dilema mengenai hidup v.s kerja ini adalah permasalahan klasik umat manusia sehingga bahkan di dunia anime dan manga pun tema ini seringkali diangkat. Banyak karakter-karakter yang digambarkan bentrok atau membenci pekerjaan mereka namun mereka tidak bisa lepas dari profesi itu karena alasan masing-masing.

Berikut adalah 3 karakter paling ikonik pilihan penulis. Mari kita analisa bersama kondisi mereka menggunakan 4 poin yang telah kita bahas diatas. Dengan bercermin dari mereka mungkin Anda yang merasakan hal yang sama mungkin dapat sedikit banyak menemukan perspektif baru atau menemukan cara coping yang bisa diterapkan di kehidupan nyata.

 

1. Nanami Kento (Jujutsu Kaisen)

Nanami Kento adalah karakter sampingan dari seri yang sedang ngehits Jujutsu Kaisen. Ia adalah seorang laki-laki dewasa berusia 27 tahun yang bekerja sebagai jujutsu sorcerer atau istilah Indonesianya 'dukun pembasmi kutukan profesional'. Tugas utamanya sebagai jujutsu sorcerer yaitu melindungi manusia dari semua yang berkaitan dengan curses atau kutukan.



Nanami adalah orang yang logis, mampu menilai karakter maupun kemampuan orang lain secara apa adanya. Ia tidak banyak menunjukan emosi dan cenderung terlihat dingin, tapi dapat secara blak-blakan menunjukan rasa ketidaksukaannya akan sesuatu atau seseorang. Dalam menjalankan tugasnya, Ia memiliki beberapa prinsip hidup yang dipegang dengan erat dan dijalankan dengan konsisten, yaitu mengikuti aturan dan bertanggung jawab atas peran maupun tindakannya. 

Walaupun berdedikasi tinggi akan tugasnya, Nanami pernah meninggalkan dunia perdukunan karena menurutnya menjadi jujutsu sorcerer itu menyebalkan”. Ia lalu menjalani kehidupan normal dan bekerja kantoran sebagai broker saham. Tujuannya adalah mengumpulkan cukup banyak uang untuk pensiun dini, lalu menghabiskan sisa hidupnya tinggal di negara dengan biaya hidup yang rendah.

Namun selama bekerja sebagai broker saham, ia menyadari beberapa hal:

  • Nanami pada dasarnya memiliki keahlian yang mumpuni dalam bidang apapun yang dia seriusi, baik saat bekerja sebagai dukun jujutsu maupun broker saham. 
  • Karena skillnya yang tinggi, atasannya menaruh harapan besar kepadanya untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Atasannya adalah tipe yang hanya mementingkan keuntungan, walaupun dengan cara menipu klien sekalipun; hal ini sangat bertentangan dengan integritas dan kepribadian Nanami.
  • Walaupun menghasilkan gaji yang besar, pekerjaannya ini yang intinya hanya memperkaya orang yang sudah kaya, tidak memberikan makna hidup bagi Nanami

 

Nanami kemudian menyimpulkan bahwa kerja pada dasarnya menyebalkan mau apapun bidangnya. Di antara kedua pekerjaan yang pernah dijalani dan dibencinya, ia memilih pekerjaan yang lebih memerlukan bakat dan memberikan makna, yaitu menjadi jujutsu sorcerer. 

 

Berikut mari kita evaluasi 4 poin dari pekerjaan Nanami sebagai jujutsu sorcerer:  

 

A. Jenis Pekerjaan

Tugas utama jujutsu sorcerer adalah membasmi cursed spirit atau roh kutukan untuk melindungi manusia. Tugas lainnya adalah menginvestigasi kematian berkaitan dengan cursed spirit dan mengamankan cursed object. Mereka juga tidak jarang harus berhadapan dengan curse user yang menggunakan kemampuan jujutsu nya untuk tujuan jahat.

Untuk dapat menjalani tugas-tugas itu, syarat untuk menjadi jujutsu sorcerer adalah memiliki cursed energy dan dapat melihat cursed spirit. Sebelum menjadi jujutsu sorcerer profesional, mereka terlebih dulu dilatih di sekolah Jujutsu. Selama bersekolah, murid-murid langsung diajarkan untuk praktik lapangan.  

Selama menjadi jujutsu sorcerer (baik saat masih menjadi murid praktik lapangan maupun sesudah menjadi profesional), Nanami menyadari beberapa hal, yaitu:

  • Tidak banyak orang yang bisa menjadi jujutsu sorcerer. Itu artinya selalu ada kekurangan tenaga kerja.
  • Level kasus yang dihadapi sulit untuk ditentukan, sehingga ada kemungkinan seseorang mendapatkan pekerjaan di atas kemampuannya.
  • Pekerjaan berisiko tinggi dengan kemungkinan kehilangan nyawa saat bertugas.
  • Menghadapi situasi sulit seperti menyelamatkan orang lain dengan risiko mengorbankan nyawa rekan kerja. 
  • Menghadapi situasi seperti harus membunuh orang yang tidak mungkin diselamatkan.
  • Murid jujutsu sorcerer adalah remaja yang secara emosi belum matang dan tidak sepantasnya sudah menghadapi situasi hidup-mati.
  • Murid yang praktik di lapangan tidak selalu diawasi oleh orang dewasa dengan level kemampuan di atas mereka. 

Tidak diceritakan kapan pastinya Nanami keluar dari dunia perdukunan jujutsu, tapi saat kembali lagi ia sudah lebih dewasa dan menyadari penuh risiko yang diambilnya. Kali ini ia memenuhi tugasnya berdasarkan prinsip yang dipegangnya. Dari pengalaman bekerja kantoran, menurutnya keseimbangan antara tugas dan usaha itu penting.  

 

Nanami Kento motto about overtime

(Kanan) Itadori: “Ayo kerja keras!" | Nanami: “Kalau bisa diselesaikan dengan usaha biasa, gunakan usaha yang biasa-biasa saja.” - Chapter 19
(Kiri) “Saya benci lembur, jadi ayo selesaikan semua ini secepatnya” - Chapter 21

 

Selain itu dari pengalaman sebagai jujutsu sorcerer, Nanami menyadari pentingnya peran orang dewasa dalam mengawal generasi berikutnya. 

“Bukan masalah meremehkan atau tidak. Saya orang dewasa, dan kamu anak-anak. Saya bertanggung jawab untuk memprioritaskan keselamatan kamu diatas saya.” - Chapter 19

 

B. Gaji dan penghargaan

Belum disebutkan berapa besaran gaji jujutsu sorcerer secara pasti, tapi secara tidak langsung tersirat bahwa gaji mereka termasuk besar. Bukan hal yang aneh, mengingat pekerjaan ini juga memiliki risiko kematian yang tinggi. Sejauh ini hanya diketahui semakin tinggi level jujutsu sorcerer, maka semakin tinggi juga gajinya. 

Nanami yang menduduki posisi sebagai jujutsu sorcerer grade 1 bisa dibilang berpenghasilan lebih dari rata-rata. Hal ini juga tersirat dari gaya hidupnya yang hi-spec, termasuk pakaian dan aksesoris yang ia kenakan.

Nanami Kento watch Tag Heuer Carrera edition

Menurut analisa fans dari desain pada cover manga volume 11, jam tangan yang dipakai Nanami adalah Tag Heuer Carrera Edition dengan harga beli sekitar 70,000,000 Rupiah.

 

C. Kesempatan karir

Sebagai jujutsu sorcerer profesional, Nanami berada di level tertinggi yang bisa dicapainya yaitu grade 1. Ia tidak akan bisa naik ke level spesial karena memang hanya orang-orang dengan bakat dan kondisi anomali yang berada di level ini. Selain itu belum diketahui kriteria apa yang diperlukan untuk menjadi petinggi jujutsu sorcerer

 

D. Relasi dengan atasan dan rekan kerja

Sejauh cerita Jujutsu Kaisen berjalan hingga kini, belum jelas siapa para petinggi profesi jujutsu sorcerer sebenarnya. Namun berdasarkan panjelasan Gojo Satoru, dapat disimpulkan bahwa para petinggi terdiri dari orang-orang tua kolot dengan pemikiran ketinggalan jaman, hanya mementingkan garis keturunan, dan kepentingan kelompoknya saja alias KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Para petinggi ini tidak segan untuk menggunakan berbagai cara kotor untuk mencapai tujuan mereka, seperti sengaja menugaskan jujutsu sorcerer pemula pada kasus dengan tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka atau mencoba membunuh seseorang dan menutupi kematiannya seolah seperti kecelakaan kerja.  

Nanami mengatakan bahwa ia membenci cara kerja para petinggi profesi jujutsu sorcerer. Walaupun begitu Nanami tetap memilih untuk mengikuti aturan karena itu adalah prinsip hidupnya.

 

Jujutsu Kaisen Nanami Gojo Ieiri Ichiji

 

Secara umum Nanami memiliki hubungan yang profesional dan dapat bekerja sama dengan rekan kerjanya. 

Nanami beberapa kali terlihat bekerja bersama Ijichi Kiyotaka, seorang assistant director yang juga merangkap sebagai supir. Ijichi menyegani Nanami – sebagai orang dewasa yang paling bisa bersikap dan bertindak selayaknya orang dewasa dibanding dukun yang lain yang lain (Gojo Satoru) – Ijichi mengagumi sikap Nanami yang selalu berusaha memenuhi tugasnya sebaik mungkin. Di sisi lain Nanami juga terlihat dapat mengandalkan Ijichi ketika dibutuhkan. 

Selain itu Nanami juga terlihat berinteraksi dengan seniornya yaitu Ieiri Shoko yang bekerja sebagai dokter di sekolah Jujutsu. Keduanya memiliki kesamaan sifat yaitu serius dan tidak banyak melibatkan perasaan dalam pekerjaan. Walaupun begitu mereka memiliki caranya sendiri untuk menunjukan rasa pedulinya kepada orang lain. 

Sebaliknya Nanami memiliki sifat yang bertentangan dengan Gojo Satoru yang cuek dan bersikap sesukanya. Walaupun tidak respek kepada Gojo, Nanami mengakui bahwa ia mempercayainya. Begitu juga Gojo yang percaya bahwa terlepas dari sikap Nanami yang dingin, Ia adalah orang yang bisa memahami penderitaan orang lain.

 

Nanami Yuuji Ino Jujutsu Kaisen

Hubungan Nanami dengan juniornya terutama terlihat dalam kemampuan memimpin di saat krisis. Ia dapat dengan cepat mengambil kendali di lapangan, membagi tugas, dan memberikan instruksi. Juniornya Ino dan Itadori mengagumi Nanami sebagai sosok mentor yang dapat diandalkan.  

Bisa dikatakan Nanami memiliki hubungan yang baik dan dihargai oleh rekan-rekan kerjanya.

 

Alasan Nanami membenci pekerjaannya

Setelah mempertimbangkan 4 aspek kepuasan kerja diatas, alasan Nanami membenci pekerjaannya sebagai jujutsu sorcerer adalah:

  • Pekerjaan berisiko kematian dan kondisi lapangan yang tidak bisa dipastikan.
  • Kurangnya tenaga kerja menyebabkan beban kerja dan risiko semakin besar.
  • Kurangnya pengawasan orang dewasa yang lebih ahli di lapangan, jadi harus selalu "learning by doing"
  • Harus menyelamatkan orang lain dengan risiko mengorbankan nyawa rekan kerja.
  • Harus membunuh orang yang tidak mungkin diselamatkan.
  • Kondisi pekerjaan memaksa seseorang untuk cepat dewasa.
  • Atasan yang memiliki kepentingan sendiri dan menggunakan cara kotor dalam bekerja.

Berdasarkan penilaian tersebut, bukan hal yang aneh jika Nanami mengatakan menjadi jujutsu sorcerer itu menyebalkan. Sebagian besar masalah yang dihadapi jujutsu sorcerer berada di luar kontrol mereka dan belum ada cara pencegahan atau penyelesaian yang efektif.

Cara Nanami menghadapi tekanan dan kesulitan dalam pekerjaan adalah dengan menikmati berbagai jenis roti, dan mengonsumsi alkohol. Kegiatan ini memang bukan solusi dari permasalahan yang dihadapinya, tapi menjadi caranya bertahan dalam keputusannya kembali menjadi jujutsu sorcerer. 

 

Alasan Nanami tetap melakukan pekerjaannya

Terlepas dari berbagai hal yang dibencinya dari pekerjaan jujutsu sorcerer, Nanami memilih pekerjaan yang lebih memerlukan bakat dan hanya bisa dilakukan sedikit orang. Dengan kemampuannya melihat cursed spirit dan menggunakan cursed energy, Nanami tidak dapat mengabaikan masalah yang ada di depan matanya. 

Sebagai orang yang memiliki integritas tinggi, Nanami merasa lebih berguna saat ia bekerja membasmi curses dan apa yang ia lakukan berimbas baik pada orang-orang yang memang membutuhkan skillnya.

Nanami Kento getting thanked

Nanami dan Mbak toko roti langganannya yang ketempelan curses  - Chapter 30

 

Nanami yang memutuskan keluar dari dunia jujutsu sorcerer dan bekerja sebagai broker saham, tetap tidak bisa cuek pada orang yang ditempeli kutukan dan ujung-ujungnya tetap membantu. Hal yang menjadi titik balik dalam dirinya adalah saat ia memutuskan untuk menolong karyawati dari toko roti favoritnya.

Ucapan terima kasih yang tulus dari orang yang ditolongnya, mengingatkan Nanami bahwa keberadaannya memiliki arti. Nanami yang selama ini merasa tidak memiliki alasan hidup, menyadari bahwa kebutuhannya akan hidup bermakna dan keinginannya untuk mati tanpa penyesalan lebih besar dari keinginannya untuk menikmati hidup santai di masa tuanya.

 

 

 

2. Uramichi Omota (Uramichi Oniisan)

Uramichi Omota adalah laki-laki berusia 31 tahun yang bekerja sebagai pembawa acara edukasi anak-anakTogether with Mama”. Dalam acara ini, ia yang kerap dipanggil Uramichi Oniisan berperan sebagai taiso no oniisan, yaitu kakak yang bertugas memandu olahraga dan permainan fisik. 

Sebetulnya Uramichi ini termasuk overqualified untuk bekerja sebagai instruktur olahraga di acara televisi anak-anak. Semasa kuliahnya, ia adalah salah satu mahasiswa terbaik dari Nippon Sport Science University yang terkenal sebagai kampus pencetak lulusan atlet. Rekan kerja yang juga teman kuliahnya mempertanyakan keputusannya berhenti menjadi atlet gimnastik dan menyayangkan potensinya. 

Uramichi memiliki emosi yang cenderung datar, tidak bersemangat hidup, bahkan cenderung depresif. Namun karena pekerjaannya berkaitan erat dengan anak-anak, Uramichi dituntut untuk menunjukan pribadi yang ceria. Selain itu dalam berhubungan dengan rekan kerja maupun atasan, ia juga dituntut untuk bisa bekerja sama tanpa banyak protes. Tidak sejalan antara emosi sebenarnya dengan emosi yang ditunjukan, seringkali menimbulkan keretakan pada ‘topeng sosial’ yang dikenakannya. Tidak jarang ia malah mengutarakan pandangan hidupnya yang suram kepada anak-anak. 

Belakangan seiring berjalannya cerita, diketahui bahwa Uramichi menggeluti dunia gimnastik bukan atas keinginannya sendiri, tetapi untuk memenuhi harapan orangtuanya. Dari informasi ini, bisa disimpulkan bahwa bukan hal yang aneh jika saat ini Uramichi memiliki kondisi fisik yang prima karena pekerjaannya menuntut untuk itu, tetapi tidak dibarengi dengan kondisi emosional yang stabil. Hal ini tercermin dari bagaimana ia sering menunjukan sikap pasif-agresif dan menggunakan sarkasme saat berbicara baik dengan rekan kerja maupun anak-anak di acara "Together with Mama"


 

Namun lain halnya saat berhadapan dengan atasan, Uramichi mau tidak mau harus menyetujui apa yang mereka minta tanpa menentang sedikitpun demi mempertahankan pekerjaannya. Walaupun hal ini juga makin mendorong kondisi mentalnya ke arah yang lebih buruk. Dalam bekerja, orang dewasa memang dituntut untuk menunjukan sikap profesional. Namun jika sampai mengorbankan diri sendiri, apakah pekerjaan tersebut masih layak dipertahankan? 

 

Berikut mari kita evaluasi 4 poin dari pekerjaan Uramichi Oniisan:

 

A. Jenis Pekerjaan

Tugas utama Uramichi Oniisan adalah memandu anak-anak untuk olahraga dan melakukan aktivitas fisik bersama. Tugas lainnya adalah mengisi segmen pemberian pendapat, bermain peran dalam pertunjukan lagu dan drama edukasi. 

Dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, Uramichi dituntut untuk tampil ceria dan dapat memeriahkan suasana, membangun hubungan yang menyenangkan dengan anak-anak, memberikan contoh dan instruksi kepada anak-anak, memberikan nasihat hidup yang mudah dipahami anak-anak, dan bermain peran.

Uramichi Oniisan memenuhi tugasnya dengan cara:

  • Tampil ceria dan memeriahkan suasana, tapi juga kehilangan energi dan menampakan sisi kelamnya di depan anak-anak.
  • Menghormati anak-anak dengan memposisikan dirinya sejajar pandangan mata anak-anak saat berbicara kepada mereka. 
  • Selalu menjawab pertanyaan polos dan jujur anak-anak dengan jawaban yang tidak kalah jujur.
  • Mampu menghadapi emosi anak-anak, walaupun terkadang menggunakan ancaman tentang kehidupan orang dewasa kelak.
  • Memberikan nasihat hidup yang suram dan sulit dipahami anak-anak, walaupun ada kalanya juga ia bisa memberikan nasihat yang bijak.
  • Rela menggunakan kostum aneh dan memastikan anak-anak senang bermain bersama karakter yang diperankannya. 

Bisa dikatakan Uramichi mampu memenuhi peran pekerjaannya, walaupun kurang aman bagi kesehatan mental anak-anak. Pandangan hidup yang begitu pahit dan terkadang berada di luar kapasitas penalaran anak menimbulkan reaksi campur aduk. Reaksi umum yang dialami anak-anak adalah syok, mencoba menghiburnya, atau bahkan tidak ingin menjadi orang dewasa sepertinya. 

“Kalau sudah dewasa, kamu harus berhenti nangis sendiri, karena nggak ada lagi yang akan ngajak main cilukba.” - Chapter 1

 

Menariknya, anak-anak justru menyukai dan kasihan padanya. Dalam beberapa kesempatan, Uramichi menerima ucapan terima kasih dan kata-kata penyemangat. Menurut Uramichi, waktu berinteraksi dengan anak-anak adalah saat yang membuatnya merasa paling hidup.

 

B. Gaji dan penghargaan

Tidak disebutkan secara jelas berapa gaji Uramichi, tapi berdasarkan gaya hidupnya ia mampu untuk tinggal sendiri di apartemen, belanja keperluan sehari-hari, mengonsumsi rokok dan alkohol, makan-makan bersama rekan kerjanya, dan menjadi member di suatu gym. Bisa dikatakan dari gaji sebagai pembawa acara TV anak-anak, Uramichi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mengalami kesulitan finansial.

 

C. Kesempatan karir

Belum jelas apakah Uramichi memiliki kesempatan karir ke posisi yang lebih tinggi atau tidak. Di suatu kesempatan, kemampuan menggambarnya yang pas-pasan diketahui dan disukai atasan. Akhirnya Uramichi malah ketimpaan pekerjaan di luar tugas dan jam kerja.

 

D. Relasi dengan atasan dan rekan kerja

Sutradara Derekida memiliki pembawaan yang ceria, santai, dan sering memuji kerja keras bawahannya. Ia juga sering menanyakan kabar bawahannya, walaupun hanya basa-basi dan tidak benar-benar mendengarkan, apa lagi mempertimbangkan keadaan mereka. Di sisi lain, ia pun mendapat tekanan dari atasan dan bidang lain, sehingga ia menekan bawahannya dengan cara bicaranya yang tidak bisa dibantah dan keputusannya yang sering kali tidak masuk akal.

Uramichi oniisan director derekida

Menghadapi tekanan dari atasannya, Uramichi cenderung pasif dan tidak banyak bisa melawan. Hal ini dilakukannya karena ia takut kehilangan pekerjaan jika menyinggung atasannya. Di beberapa kesempatan terlihat Uramichi berusaha menolak permintaan sutradara Derekida, sayangnya hal ini tidak digubris.

 

Uramichi oniisan Iketeru Utano Kumatani Usahara

Uramichi memiliki hubungan yang berbeda dengan masing-masing rekan kerjanya. 

Kumatani dan Uramichi memiliki hubungan yang saling menghargai karena keduanya memang memiliki kemiripan sifat, yaitu tertutup dan tidak banyak ikut campur urusan orang lain.  

Sebaliknya Usahara adalah orang yang berisik, tidak peka dan hobi diam-diam membicarakan Uramichi. Akibatnya Uramichi seringkali menjadikan Usahara sebagai pelampiasan kemarahannya. Namun anehnya Usahara yang mengaku takut kepada Uramichi malah seringkali main ke rumahnya. 

Hubungan Utano dan Uramichi bisa dibilang dapat saling memahami. Keduanya memiliki kemiripan yaitu menggunakan alkohol sebagai cara mengatasi kekecewaannya atas pekerjaan dan kehidupan yang tidak memuaskan. 

Lain halnya dengan Iketeru yang memiliki pribadi polos dan agak lambat berpikir. Uramichi sepertinya bersimpati kepadanya sehingga ia bersikap lembut dan sering memberikan kata-kata positif yang terlalu sulit dipahami Iketeru. Walaupun begitu, tak jarang Uramichi menggodanya karena selera humor Iketeru yang ampas. 

Bisa dibilang bahwa Uramichi dan rekan kerjanya memiliki hubungan yang cukup memahami satu sama lain dan terbangun atas kesamaan penderitaan. 

 

Alasan Uramichi membenci pekerjaannya

Setelah mempertimbangkan 4 aspek kepuasan kerja diatas, alasan Uramichi membenci pekerjaannya adalah:

  • Harus berpura-pura ceria dalam kondisi emosinya yang sedang tidak stabil
  • Harus menghadapi pertanyaan jujur dan menusuk dari anak-anak
  • Rekan kerja yang bertingkah menyebalkan
  • Atasan yang tidak mau tahu dan tidak mendengarkan bawahan
  • Atasan memintanya melakukan pekerjaan di luar job desc
  • Atasan memintanya melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal dan dirasa tidak ada gunanya
  • Merasa harus menyenangkan atasan agar tidak dipecat. 

Tanpa menormalisasikan apa yang terjadi, tekanan dan kesulitan yang dihadapi Uramichi adalah hal yang cukup sering terjadi dalam dunia kerja. Selain itu, kondisi emosinya yang cenderung depresif semakin memperberat kehidupan kerjanya.  

Cara Uramichi mengatasi tekanan dan kesulitan dalam pekerjaan adalah dengan merokok di waktu istirahatnya dan minum alkohol setelah jam kerja. Selain itu Uramichi juga menjadikan Usahara pelampiasan kemarahannya terutama ketika ia sedang bertingkah menyebalkan. Namun semua itu bukan cara yang sehat maupun efektif dalam mengatasi masalahnya.

 

Alasan Uramichi tetap melakukan pekerjaannya 

“Hari ini seru banget. Terus semangat kerja ya, Oniisan” - Chapter 25

 

Walaupun membenci beberapa aspek pekerjaannya sebagai pembawa acara edukasi anak, Uramichi tetap melakukannya karena belum menemukan apa yang sebenarnya ingin dilakukan dalam hidup. Selain itu perlahan-lahan Uramichi merasa cinta yang tulus dari anak-anak membantunya untuk menghargai dirinya dan menemukan makna. Ia juga perlahan-lahan dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan rekan kerjanya.

 

 

3. Retsuko (Aggretsuko)

 

Retsuko dari serial Aggretsuko adalah perempuan berusia 25 tahun yang bekerja sebagai staf akuntan  di perusahaan Carrier Man Trading Co., Ltd. Tugas utamanya adalah melakukan dokumentasi dan pencatatan keuangan perusahaan. Awalnya Retsuko bersemangat untuk memulai kehidupan barunya sebagai pekerja kantoran. Ia adalah karyawati yang sopan, bertanggung jawab, bahkan terkenal dengan reputasi ‘anak baik’ yang mampu dan bersedia mengikuti apapun yang diperintahkan atasan atau senior. 

Sayangnya, ada harga yang perlu dibayar ketika seseorang menjadi ‘anak baik’, yaitu dengan jati dirinya. Ia yang dikenal sebagai ‘anak baik’ adalah orang yang terus menerus memenuhi ekspektasi orang lain dengan mengorbankan dirinya sendiri sampai di titik tidak benar-benar mengenal siapa dirinya; apa yang menurutnya benar-benar penting dan apa yang diinginkan dalam hidup. Ada pepatah yang mengatakan jika seseorang tidak menentukan hidupnya, maka orang lain yang akan menentukan. Dalam dunia kerja, orang yang tidak mengenal dirinya – tidak tahu perlakuan seperti apa yang pantas dan tidak pantas untuk diterima, dan hanya mengikuti perintah – adalah sasaran empuk untuk dimanfaatkan orang lain. Orang yang tidak mau bertanggung jawab atas kewajiban mereka akan dengan mudahnya melemparkan tugas begitu saja kepada ‘anak baik’.

Memasuki tahun kelima bekerja, Retsuko mulai merasakan lelahnya terus menerus menjadi ‘anak baik’. Ia mulai merasa muak dengan pekerjaannya sehingga membutuhkan outlet untuk mengekspresikan diri yaitu dengan karaoke death metal. Teriakannya dipenuhi dengan ungkapan pikiran dan perasaan yang selama ini tidak bisa disampaikan secara langsung kepada orang-orang bersangkutan. Retsuko yang kelelahan baik secara fisik maupun mental akhirnya mulai mencari cara untuk berhenti bekerja.

 

Berikut mari kita evaluasi 4 poin dari pekerjaan Retsuko:

 

A. Jenis Pekerjaan

Tidak diceritakan secara jelas apa saja tugas-tugas Retsuko, tapi umumnya seorang staf akuntan memiliki tugas utama yaitu melakukan dokumentasi dan pencatatan keuangan perusahaan.

Retsuko sebagai karakter sebenarnya adalah penggambaran dari stereotype umum seorang karyawati (atau dikenal dengan sebutan office lady) di Jepang, baik dari segi peran dan fungsi mereka di kantor. Di Jepang, kebanyakan karyawan wanita dilimpahkan banyak "desk work" dibanding kerja lapangan, bukan hanya itu tetapi mereka juga masih diberikan 'kewajiban' untuk melakukan tugas domestik seperti membuat teh/kopi baik untuk tamu ataupun bos. Di Indonesia tugas ini biasanya dikerjakan oleh OB, namun di tidak demikian dengan di Jepang.



Secara umum, Retsuko dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Ada kalanya ia melakukan kesalahan, tapi ia selalu dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya. Ia diandalkan oleh senior maupun atasan sampai harus lembur untuk mengerjakan pekerjaan yang dilimpahkan kepadanya. 

 

B. Gaji dan penghargaan

Tidak disebutkan secara jelas berapa gaji Retsuko, tapi berdasarkan gaya hidupnya ia mampu tinggal sendiri di apartemen, belanja keperluan sehari-hari, mengonsumsi alkohol, karaoke, makan-makan bersama rekan kerja di cafe, dan ikut kelas yoga. Di sisi lain ia hanya mampu makan siang pinggiran roti yang diberikan gratis oleh toko roti setelah memberikan uang hadiah pernikahan untuk temannya. Ia juga terlihat kehabisan uang tabungan akibat kelewatan belanja dalam game dan memiliki hutang ganti rugi kerusakan mobil akibat tabrakan.

Bisa dikatakan gaji sebagai staf akuntan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Retsuko masih bisa memanjakan diri walaupun terbatas dan membutuhkan pengaturan keuangan yang bijak. Jika disimpulkan mungkin dia ini tipe yang gajinya sekedar 'numpang lewat' di rekening setiap bulannya.

  

C. Kesempatan karir

Tidak diceritakan secara jelas, tetapi biasanya dalam suatu accounting department  jabatan accounting staff adalah posisi paling bawah, dan jabatan di atasnya yaitu accounting manager. Melihat adanya senioritas dan banyaknya jumlah karyawan di departemen ini, sepertinya Retsuko belum memiliki kesempatan untuk naik ke jabatan yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

 

D. Relasi dengan atasan dan rekan kerja

Direktur Ton memiliki beberapa kualitas pribadi yang bertentangan. 

Aggretsuko toxic boss

Di satu sisi, direktur Ton adalah seorang pemimpin dengan cara pandang yang ketinggalan jaman yaitu otoriter, pilih kasih dan seksis. Beberapa kali diperlihatkan ia tidak suka melihat Retsuko tersenyum dan sengaja membuat hidupnya menderita dengan melimpahkan pekerjaan orang lain kepadanya. Selain itu ia juga sering kali memberikan tekanan mental yang tidak perlu kepada Retsuko. 

Namun di sisi lain, direktur Ton juga memperlihatkan sifat kebapakan seperti memberikan nasihat hidup yang diperlukan Retsuko. Ia juga memberikannya kelonggaran ketika Retsuko sedang dalam keadaan tidak bisa bekerja. 

Sifat direktur Ton yang bertentangan inilah yang menyebabkan Retsuko di satu sisi membencinya tapi terkadang juga berterima kasih kepadanya.

 

Aggretsuko supportive friends

Retsuko memiliki rekan kerja dengan sifat dan perilaku yang berbeda-beda. 

Retsuko cukup akrab dengan rekan seangkatannya yaitu Feneko dan Haida. Feneko adalah sosok yang tenang dan rasional, sedangkan Haida adalah sosok yang perhatian tapi tidak tegas. Keduanya cukup protektif terhadap Retsuko. Sayangnya Retsuko tidak menganggap mereka lebih dari rekan kerja.

Tidak hanya dengan mereka yang sebaya ataupun satu tim dengannya, tanpa diduga Retsuko ternyata bisa dekat dengan rekan kerja senior dari departemen lain yaitu direktur marketing Gori dan Sekretaris CEO Washimi. Keduanya berusia lebih tua dari Retsuko dan seperti sosok kakak baginya. Mereka mendengarkan, memberikan masukan, dan membantu Retsuko mengatasi masalah.

 

Aggretsuko toxic work officemates

Di sisi lain hubungan Retsuko dengan beberapa senior dan juniornya kurang begitu akrab. Senior Retsuko yaitu Tsubone seringkali melemparkan pekerjaan dan berperilaku seksis, sedangkan Kabae hobi bergosip dan bicara tiada henti. Junior Retsuko yaitu Tsunoda kurang menghargainya sebagai sebagai senior. Ia senang menjilat atasan dan entah bagaimana akhirnya Retsuko yang kena kelimpahan pekerjaan dari Tsunoda. 

Bisa dikatakan bahwa ada rekan kerja yang membuat Retsuko tidak nyaman, tapi juga ada rekan kerja yang cukup akrab dan mau membantunya dalam keadaan sulit. 

 

Alasan Retsuko membenci pekerjaannya 

Setelah mempertimbangkan 4 aspek kepuasan kerja diatas, alasan Retsuko membenci pekerjaannya adalah:

  • Pekerjaan yang tiada habisnya namun dengan gaji yang pas-pasan
  • Atasan dan rekan kerja yang berperilaku seksis, kerap bermalas-malasan dan melempar pekerjaan 
  • Lingkungan kerja yang toksik, atasan yang tidak bisa menghargai dan sengaja menjatuhkan mental
  • Rekan kerja yang hobi menyebarkan gosip

Bisa dikatakan lingkungan kerja Retsuko di accounting departement tidak sehat. Selain itu ketidakmampuan Retsuko dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan sebenarnya, serta kesulitan menolak perintah rekan kerja maupun atasannya semakin memperberat kehidupan kerjanya. 

Cara Retsuko menghadapi tekanan dan kesulitan kerja adalah dengan karaoke death metal. Selain itu ia mencari cara keluar dari perusahaan dengan mempertimbangkan pilihan berwirausaha atau menikah dan menjadi ibu rumah tangga. Namun ia belum bisa membuat pilihan yang benar-benar bisa membantunya.

 

Alasan Retsuko tetap melakukan pekerjaannya

Akhirnya walaupun membenci hampir seluruh aspek pekerjaannya sebagai accounting staff, Retsuko tetap melakukannya karena belum mengenal dirinya sendiri, belum menemukan apa yang sebenarnya ingin dilakukan dalam hidup, mengkhawatirkan pandangan orang lain, dan tidak ingin mengecewakan orang lain. Walaupun begitu, ia mulai bisa menghadapi kehidupan kerjanya karena perlahan-lahan dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan beberapa rekan kerjanya.  



Akhir Kata  

Mengalami rasa cemas, takut, kecewa, bahkan marah dan benci berkaitan dengan kehidupan pekerjaan adalah hal yang wajar. Tidak semua pekerjaan bisa memenuhi kebutuhan untuk melakukan kegiatan yang dikuasi, disukai, dan mendapatkan bayaran yang layak. 

Saat ini mungkin kamu berada di posisi serupa dengan Nanami yang ganti pekerjaan dan bertahan dengan keputusannya, atau seperti Uramichi yang meninggalkan mimpi orangtuanya dan mulai menikmati apa yang dilakukannya, atau bahkan seperti Retsuko yang belum tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan dalam hidup.

Dimanapun posisimu saat ini, tidak ada cara hidup yang benar atau salah. Apapun pilihanmu, selalu ada konsekuensi yang perlu dihadapi. Kalau memang pada akhirnya penderitaan adalah bagian yang tidak bisa dihindari dalam hidup, kenapa tidak kita pilih sendiri penderitaan mana yang mau diemban? 

 

Ditulis oleh: Balsa

Seorang psikolog klinis dan penggemar anime manga. Relate dengan pribadi pahit Uramichi, hobi solo screaming karaoke di kala stres ala Retsuko, & bertanggung jawab tinggi seperti Nanami. Usaha mewujudkan mimpi dalam realita membawanya untuk terus menjalani proses healing dan belajar menertawakan hidup.

Artikel telah diedit oleh ZenMarket menjadi lebih simpel, bagi yang tertarik untuk membaca artikel asli secara terperinci silakan hubungi penulis melalu LinkedIn beliau pada link diatas.

 


Tentang ZenMarket Jepang

Kebanyakan website belanja online di Jepang tidak melayani pengiriman internasional sehingga sulit bagi customer internasional untuk berbelanja online. ZenMarket menyelesaikan masalah ini dengan mengintegrasikan ratusan website online shopping terbesar di Jepang seperti Amazon, Rakuten, Yahoo! Auctions dan banyak lagi ke dalam satu website. Cukup dengan copy-paste link halaman dari item yang ingin Anda beli ke troli ZenMarket,  dan Anda dapat berbelanja online secara langsung di ratusan online shop Jepang dengan mudah dan murah! 


 

Follow sosmed ZenMarket & Dapatkan berbagai promo!

 facebook   instagram

 

Artikel| 06/10/2021 | Anime