Satu dekade belakangan ini, kita mendapati fenomena masyarakat keranjingan meminum kopi. Budaya kopi yang dulunya identik dengan orang tua, kini merebak di segala usia menjadi bagian dari gaya hidup kekinian. Khazanah biji kopi Nusantara juga terungkap. Bahwa Indonesia memiliki kualitas biji kopi terbaik di dunia.
Sementara itu, di sudut yang lebih hening, jauh dari hiruk-pikuk serba-serbi kopi, ada satu minuman yang tak kalah membudaya di Indonesia, namun jarang terekspos. Minuman yang dekat dengan keseharian kita, yaitu teh. Teh telah sejak lama menjadi teman bersantai sore, menemani hidangan pagi hingga malam. Padahal teh juga punya filosofi yang mendalam yang jika digali, bisa jadi lebih menarik dari kopi. Guna menggali lebih dalam tentang teh, mungkin kita harus belajar pada Negeri Sakura yang sudah jauh lebih maju budaya minum tehnya.
Teh dipercaya masuk ke Jepang pada tahun 815. Biksu Eichu yang kembali dari Tiongkok mengunjungi Kaisar Saga dengan meracik teh menggunakan cara yang dia pelajari di Tiongkok. Kaisar Saga sangat terkesan dengan seni penyajian dan cita rasa teh ini, hingga memerintahkan budidaya perkebunan teh di daerah Kinki di Jepang Barat. Sejak menjadi minuman favorit kaisar, kaum bangsawan mulai gandrung meminum teh juga. Barulah pada abad ke-12, teh mulai diminum semua kalangan dengan kualitas dan teknik yang lebih bervariasi. Apa yang membuat teh menjadi sebuah seni nan kaya filosofi tersendiri bagi masyarakat Jepang?
Teh sebagai ekspresi spiritual Jepang
Teh cenderung memiliki cita rasa yang sederhana dibanding minuman lain. Jika minuman lain memiliki body, wash, aftertaste dan sebagainya, teh justru tampil ‘apa adanya’ seperti air minum yang berwarna. Aroma teh juga tidak menyengat seperti kopi. Wangi teh tercium tipis-tipis di udara, menyatu dengan hawa sekitar. Ketika meminum seteguk teh, kita dapat merasakan cita rasa teh mengalir dengan ‘sopan’ menjalari lidah dan mulut. Sebagai contoh, hal ini berbanding terbalik dengan kopi yang cita rasanya menghadirkan efek ‘melek’ dan meningkatkan energi.
Filosofi inilah yang dianggap orang Jepang cocok dengan ekspresi spiritual mereka. Bahwa menjalani hidup ini haruslah harmonis dengan sesama maupun alam semesta. Harmonisasi kehidupan akan tercipta ketika kita berhasil membaur dengan sekitar, alih-alih menonjolkan keunikan atau selalu berusaha mencuri perhatian.

Teh sebagai simbolisme Zen
Upacara minum teh yang formal biasanya dilakukan di tempat yang hening, dekat dengan alam, dan jauh dari keramaian. Prosesi penyajian teh berlangsung dengan tahapan yang runut, semuanya dilakukan satu per satu. Tuan rumah yang menyajikan teh selalu mengaduk, menuang, dan menyajikan teh dengan perlahan. Tamu yang disajikan pun menerima dan menyesap tiap tegukan teh tanpa terburu-buru. Teh diminum seteguk demi seteguk serta dihabiskan hingga tetes terakhir.
Suasana sekitar yang cukup hening, ditambah efek relaksasi dari teh merupakan oase di tengah kehidupan masa kini yang serba cepat, selalu menuntut kita untuk multitasking. Momen meminum teh tak ubahnya memasuki dunia tersendiri yang memungkinkan kita untuk mengosongkan pikiran, menenangkan pikiran, serta berdialog dari hati ke hati dengan diri kita sendiri atau dikenal dengan konsep "Zen" di Jepang. Mungkin kita akan terkejut pada banyak hal yang kita lewatkan karena selalu berkutat dengan kesibukan yang padat sehari-hari.
Teh dan konsep slow living
Mengapa semuanya berlangsung lambat dalam upacara minum teh Jepang? Tata cara penyajian maupun menikmati teh yang dilakukan secara perlahan, tidak berlebihan rasanya jika kita sebut memiliki nafas yang sama dengan konsep slow living. Slow living saat ini banyak dipelajari masyarakat modern yang jengah dengan ritme hidup serba-cepat yang terasa melelahkan jiwa. Gaya hidup ini tanpa kita sadari merasuk juga ke mental dan batin kita yang ingin melakukan segala sesuatunya dengan tergesa-gesa karena sudah ada kegiatan lain yang menunggu kita untuk dilakukan setelahnya. Bahkan marak ditemukan kondisi ketika kita merasa bersalah ketika rehat sejenak, karena kita merasa kita harusnya sedang melakukan sesuatu alih-alih bersantai seperti ini.
Sejalan dengan prinsip Buddhisme Zen, kita hanya dapat merasakan kenikmatan menjalani hidup dalam ketenangan. Buddhisme Zen percaya manusia kehilangan hikmah dari kondisi istirahat yang sesungguhnya. Ketergesaan membuat tubuh, pikiran, dan jiwa kita tidak sempat memulihkan diri. Sehingga tak peduli berapa lama pun kita tidur, berlibur, tidak ada kesegaran yang kita rasakan.
Penyajian yang tidak instan dengan tata cara yang terukur memungkinkan daun teh memiliki waktu cukup untuk terolah dengan baik. Filosofi penyajian teh seperti ini memberi waktu daun teh mencapai cita rasa yang optimal sesuai dengan kualitasnya. Sungguh sebuah filosofi yang mendalam yang bisa kita terapkan dalam pertumbuhan mental kita sebagai manusia.

Teh sebagai bagian dari etika dan budaya luhur
Tak banyak yang mengetahui bahwa dalam ilmu budaya, kebudayaan sebuah bangsa terbagi menjadi dua: budaya rendah dan budaya tinggi. Dikotomi bukan bermaksud menciptakan strata yang separatis, tapi sebagai penggambaran kompleksitas budaya itu sendiri. Negara-negara barat yang sering kita anggap sebagai kiblat kemajuan peradaban justru dikategorikan sebagai bangsa dengan budaya rendah. Negara-negara timur yang memiliki sistem budaya rumit dianggap memiliki budaya tinggi. Hal ini tercermin dari tingkatan Bahasa halus kepada orang yang lebih dihormati dan teman sebaya; budaya menerima sesuatu dengan dua tangan atau tangan kanan, dan masih banyak lagi.
Generasi muda masa kini cenderung menganggap norma-norma sosial seperti sebuah kekangan, hambatan, dan kendala dalam mereka mengekspresikan diri. Padahal banyak nilai-nilai kearifan yang terkandung melalui etiket yang terasa seperti sebuah basa-basi. Contohnya dalam upcara meminum teh.

Tuan rumah memakai pakaian terbaiknya, membuka sepatu, dan mengenakan kaus kaki baru sebagai upaya menghargai tamu. Tamu pun menerima cangkir teh dengan dua tangan di atas kepala yang tertunduk sebagai tanda penghormatan. Setelah menikmati sesapan pertama, tamu yang baik akan menyampaikan pujian buat tuan rumah. Bisa tentang cita rasa teh yang dihidangkan, keindahan ruangan, dan sebagainya. Cangkir teh kemudian dioper kepada tamu-tamu lainnya secara bergiliran sebagai simbol kebersamaan dan tenggang rasa kepada manusia lainnya. Tujuannya agar kenikmatan teh ini tidak hanya dirasakan satu orang saja. Hal ini juga memiliki nilai sama rata-sama rasa yang mendalam.
Begitu banyak nilai-nilai kearifan yang dapat kita temukan dalam secangkir teh Jepang, ya? Sekarang kamu tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menikmati cita rasa teh asli Jepang. Karena ZenMarket siap menghadirkan ragam teh berkualitas asal Jepang untuk kamu nikmati di rumahmu sendiri. Teh modern Jepang kini hadir dengan teknologi tinggi yang memungkinkan kamu menikmati teh kualitas terbaik dengan berbagai kemasan menggemaskan. Berikut beberapa merek terbaik teh yang sangat digemari penduduk Jepang:
Karel Capek
Teh Karel Capek memiliki aroma khas, bahkan sebelum diseduh. Kemasannya yang dipenuhi ilustrasi ceria membawa mood kita riang-gembira menanti kelezatan yang tersaji di dalam kantong tehnya. Dan semua ini kita alami bahkan ketika baru membuka kemasannya saja! Karel Capek adalah teh yang cocok diminum pagi hari untuk mengangkat mood kita sebelum beraktivitas.
Afternoon Tea
Merek teh satu ini terinspirasi dari budaya minum teh sore di Inggris. Sehingga tak mengherankan nuansa yang dihadirkan terasa feminin dalam balutan desain shabby chic. Afternoon Tea juga menyediakan perangkat minum teh serta ragam gift set yang cocok menjadi hadiah untuk orang terkasih maupun koleksi pribadi.
Cat Cafe Tea Set:
Sesuai namanya, merek satu ini fokus pada teh dengan desain lucu ala cat cafe yang sangat populer di Jepang. Bukan hanya desain packagingnya yang lucu, rasa yang ditawarkan dari teh merek ini juga sangat bervariasi, mulai dari strawberry tea, karamel, teh rasa cokelat dan banyak lagi. Tidak hanya kantung teh, mereka juga menjual perlengkapan minum teh seperti teko dan rak kue yang sangat estetik untuk sesi minum teh sore.
Anda dapat mencari dan membeli berbagai jenis teh asli Jepang di website ZenMarket. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mencari barang atau mempunyai pertanyaan mengenai cara belanja atau membeli barang dari Jepang, silakan cek halaman FAQ atau hubungi kami melalui tab pesan pada akun ZenMarket Anda maupun akun sosial media Zenmarket.
Tentang ZenMarket Jepang
Kebanyakan website belanja online di Jepang tidak melayani pengiriman internasional sehingga sulit bagi customer internasional untuk berbelanja online. ZenMarket menyelesaikan masalah ini dengan mengintegrasikan ratusan website online shopping terbesar di Jepang seperti Amazon, Rakuten, JDirectItems Auction dan banyak lagi ke dalam satu website. Cukup dengan copy-paste link halaman dari item yang ingin Anda beli ke troli ZenMarket, dan Anda dapat berbelanja online secara langsung di ratusan online shop Jepang dengan mudah dan murah!
-
ZenMarket adalah perusahaan yang didirikan di Osaka, Jepang pada tahun 2014. Awalnya, hanya menawarkan pembelian dan pengiriman Jepang ke beberapa negara, ZenMarket telah berkembang pesat dalam 7 tahun dengan layanan seperti yang sangat baik. Dipercaya oleh lebih dari 1 juta pengguna di seluruh dunia, ZenMarket kini tersedia dalam lebih dari 15 bahasa.
Anda dapat memeriksa ulasan dari pelanggan dari seluruh dunia di bawah ini.

Anda juga dapat membaca ulasan yang dikirimkan pelanggan disini.
atau cek akun sosmed kami dan ulasan di Google
-
Biaya yang dikenakan oleh ZenMarket rata dan transparan karena Anda dapat mengetahui detil apa saja biaya yang Anda bayar. Tidak peduli seberapa murah atau mahal barang yang dibeli, biaya yang dikenakan adalah 300 Yen. Hal ini berbeda dengan kebanyakan layanan jastip atau shopping proxy lainnya yang mengenakan biaya jasa dari komisi atau persenan harga barang yang dibeli.
Dengan biaya flat 300 Yen atau sekitar 40 ribu Rupiah, Anda akan mendapatkan banyak layanan. Mulai dari pembelian barang dari seller di Jepang atas nama Anda, memproses pesanan, pembungkusan serta pemrosesan barang Anda menjadi paket siap kirim, serta penyimpanan gratis barang Anda selama 45 hari di gudang kami. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang biaya ZenMarket di sini.

-
Layanan Pelanggan dalam Bahasa Indonesia
ZenMarket saat ini tersedia dalam lebih dari 15 bahasa, dan yang membedakan kami dari layanan pembelian Jepang lainnya adalah Kami memiliki staf yang fasih berbahasa Indonesia untuk menjawab pertanyaan dan memberikan bantuan kepada pelanggan di berbagai bidang, seperti membantu menemukan produk dari toko Jepang, menghubungi toko Jepang. atau masalah lain yang terkait dengan pembelian yang dapat dihubungi dari banyak saluran Baik itu Facebook, Instagram, email dan dari opsi pesan di akun Anda.
-
Tersedia berbagai pilihan metode pengiriman
Keuntungan lain dari memesan dengan ZenMarket adalah Anda dapat memilih metode pengiriman Anda sendiri. Kami menawarkan berbagai macam metode pengiriman. Baik dikirim melalui pos Jepang (EMS, Avia Air Mail, SAL, dengan kapal) atau menggunakan layanan ekspres pribadi (UPS, FedEx, DHL, SF), ini adalah layanan standar dan tepercaya di seluruh dunia. Anda juga dapat memeriksa biaya pengiriman terlebih dahulu untuk mendapatkan perkiraan di sini .
-
Anda tidak perlu khawatir tidak bisa melakukan transaksi pembayaran ke luar negeri bahkan jika Anda tidak memiliki kartu kredit atau tidak ingin melakukan proses transfer uang internasional secara manual yang ribet.
Di ZenMarket kami menawarkan berbagai pilihan metode pembayaran seperti OVO, PayPal, Wise atau bahkan pembayaran melalui jaringan Alfamart dan Alfamidi. Kami juga menerima pembayaran dengan cryptocurrency, setiap pembayaran secara otomatis dihitung dalam situs web kami. Jadi Anda tidak perlu terus-menerus memeriksa tarifnya sendiri.
